Hadapi Mea Dengan Enam Gagasan Cerdas

Hadapi Mea Dengan Enam Gagasan Cerdas
Hadapi Mea Dengan Enam Gagasan Cerdas

Tri Media- Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Administrasi Negara (Himagara) Fakultas Ilmu Sosisal dan Ilmu Politik FISIP Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang, kini mendelegasikan 5 Mahasiswa sebagai peserta Temu Mahasiswa Administrasi Negara/Publik Se-Jawa Timur pada tanggal (03-05/12) lalu. Acara tersebut digelar di gedung Graha Wiyata Lantai 9, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Diantara 5 mahasiswa yang didelegasikan itu; M. Jalali, Kresensia, Aminuddin, Elmi, Yakobus Margilan.

Yang menjadi tuan rumah pertemuan mahasiswa administrasi negara se-Jawa Timur UNTAG Surabaya. Tema yang diusung dalam pertemuan ini adalah “Kebijakan Pengembangan Kawasan Ekonomi Produktif-Kreatif di Jawa Timur dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean” denagn tujuan, memberikan gambaran tentang peluang dan tantangan yang dihadapi oleh Indonesia Khususnya di Jawa Timur dengan adanya MEA. Selain itu juga meningkatkan wawasan tentang kebijakan pengembangan kawasan Ekonomi Produktif-Kreatif dalam menghadapi MEA kedepan.

Pada Seminar Nasional ada 3 pemateri, diantaranya; Prof. Dr. Eko Prasojo (Ketua AISPA dan Mantan Wakil Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara), Dr. H. Soekarwo (Gubernur Jawa Timur), dan Dr. Bambang Kusbandrijo, M.S (Kaprodi Administrasi Negara Universitas 17 Agustus Surabaya.

Diakhir Seminar Ada 6 Gagasan yang diajukan oleh masing-masing kampus, khususnya Mahasiswa UNITRI tidak kalah saing juga memberikan gagasan. Adapun enam gagasan diantaraanya: yang pertama, Pembentukan kawasan ekonomi khusus sektor migas di Madura, sebagai langkah optimalisasi guna meningkatkan indeks pembangunan wilayah. (Ekonomi), kedua Penggunaan Model Demokrasi Quadrable helix dengan pengembangan kawasan industri produktif kreatif Melalui UMKM,(Ekonomi), ketiga Memperluas implementasi program desa produktif berdasarkan SK Dirjen Pembinaan dan Produktifitas No.144/lattas/XII/2010 tentang pelaksanaan pembinaan Desa Produktif. (Ekonomi) ke empat Peningkatan potensi dan pemerataan kualitas SDM berbasis pendidikan formal dan informal,meliputi penerapan rumah penerjemah dan sekolah binaan pada pelaku UMKM (pendidikn), kelima Menjadikan provinsi Jawa Timur sebagai Destinasi wisata dalam menghadapi MEA dengan Perbaikan Infrastruktur, (parawisata), dan terakhir Pemerintah wajib mengimplementasikan PERDA PEMPROV JATIM tentang pengelolaan Sampah. (Pariwisata). Enam gagasan tersebut dibacakan langsung didepan forum oleh Kusnadi, SH., M.Hum selaku Wakil Ketua DPRD Jatim.

“Enam Gagasan ini yang akan direkomendasikan Kepada Provinsi Jawa Timur” Ungkap Kusnadi setelah membacakannya. (Jou)

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked with *


0 Komentar

Featured Video